Wujudkan Kesetaraan di Kaki Bukit Gejiwan: Bunda Inklusi Jawa Tengah Perkuat Komitmen Inklusi di MIAKSA Magelang

 


MAGELANG – MI Al Islam Krasak (MIAKSA) Magelang menjadi saksi sejarah penguatan pendidikan ramah anak pada Kamis (7/5/2026). Bertempat di Ruang Digital MIAKSA, Bunda Inklusi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ibu Hj. Ade Komaria Saiful Mujab, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung praktik baik pendidikan inklusi di madrasah yang terletak tepat di bawah lereng Bukit Gejiwan tersebut.

Acara dibuka dengan apik lewat penampilan Tari Gugur Gunung oleh siswa-siswi kelas 6, yang menyimbolkan semangat gotong royong dalam membangun pendidikan. Suasana semakin cair dan akrab berkat kepiawaian Pak Nash selaku pembawa acara (MC). Selipan pantun-pantun segar dari Pak Nash tidak hanya menghidupkan suasana, tetapi juga berhasil membuat para hadirin tersenyum dan semakin bersemangat mengikuti rangkaian acara.

Capaian Nyata dan Harapan Kepala Madrasah

Dalam sambutannya, Kepala MIAKSA, H. Fadhoil, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran para tokoh penting Kemenag. Ia memaparkan bahwa MIAKSA telah resmi mengantongi SK Kemenag sebagai Madrasah Inklusi sejak tahun 2023.

"Meskipun secara lokasi kami berada di area perbukitan Bukit Gejiwan, semangat kami untuk melayani anak-anak istimewa tidak pernah luntur. Kami telah membuktikan dengan meluluskan satu siswa inklusi yang kini sudah di MTs, dan tahun ini ada empat siswa lagi yang akan lulus. Kami ingin memastikan tidak ada diskriminasi dalam pendidikan," tegas H. Fadhoil.

Pesan Humanis untuk Orang Tua dan Siswa

Ibu Hj. Ade Komaria Saiful Mujab mengaku sangat terkesan dengan kegigihan para pendidik di MIAKSA serta keindahan lokasi madrasah yang bersandar pada Bukit Gejiwan. Rasa bangganya semakin memuncak saat bertemu langsung dengan 20 siswa inklusi, termasuk salah satu siswa yang berhasil menorehkan prestasi sebagai juara lomba Tahfidz surat pendek tingkat kecamatan dan Kabupaten Magelang.

Kepada para ibu yang mendampingi anak-anak inklusi, Bunda Inklusi Jateng menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. "Ibu-ibu adalah perempuan hebat dan pilihan. Jangan pernah kecil hati atau mendengarkan cibiran orang lain tentang anak-anak kita. Teruslah berjuang untuk kebaikan mereka, karena mereka memiliki potensi luar biasa yang sama dengan siswa lainnya," pesannya dengan penuh haru.

Instruksi Strategis: ULD dan Data PBS

Selain aspek motivasi, kunjungan ini juga membawa agenda strategis terkait layanan disabilitas. Ibu Hj. Ade menekankan pentingnya pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat madrasah sebagai tindak lanjut dari ULD yang telah ada di Kemenag Kabupaten Magelang.

"Saya instruksikan agar ULD segera dibentuk di MIAKSA, gunakan ruang yang tersedia saja. Yang paling krusial, segera selesaikan pengisian data Profil Belajar Siswa (PBS). Data ini sangat penting sebagai dasar bagi kami untuk mengajukan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan anak-anak kita," jelasnya. Beliau juga menegaskan agar madrasah tidak boleh menolak siswa inklusi dan memastikan kesetaraan akses pendidikan bagi semua.

Puncak Acara: Bingkisan Tali Asih dan Foto Bersama

Sebagai bentuk nyata kasih sayang dan dukungan, Ibu Hj. Ade Komaria secara pribadi membagikan bingkisan oleh-oleh kepada seluruh siswa-siswi inklusi MIAKSA. Sebanyak 20 paket bingkisan diserahkan langsung kepada anak-anak istimewa tersebut. Momen ini menjadi bagian paling hangat dalam kunjungan, di mana tawa dan binar bahagia terpancar jelas dari wajah para siswa saat menerima buah tangan dari Bunda Inklusi.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di dalam Ruang Digital. Bunda Inklusi tampak berbaur akrab dengan para siswa inklusi, orang tua, dewan guru, serta jajaran pejabat Kemenag. Kehadiran Bunda Inklusi Kemenag Kabupaten Magelang, Ibu Hj. Anik Sulistyanti Hanif, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Magelang, Kasi Pendma Bapak Miftahussurur, serta jajaran Pengawas Madrasah semakin melengkapi kebersamaan tersebut.

Potret kebersamaan dengan latar belakang kaki Bukit Gejiwan yang asri tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dalam mewujudkan madrasah yang inklusif dan ramah bagi semua. (nash)








Posting Komentar

Sialhkan komen dengan bijak, cerdas, mencerahkan dan santun

Lebih baru Lebih lama